Nutrifood Research Grant 2015

Penelitian saat ini menunjukkan bahwa penyakit metabolik seperti jantung dan diabetes di Indonesia banyak disebabkan oleh berbagai faktor seperti genetik, pola hidup, serta asupan nutrisi yang kurang baik. Prevalensi sindrom metabolik di Indonesia jumlahnya terus meningkat seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas, diabetes, maupun jantung. Padahal deteksi kejadian sindrom metabolik di masyarakat masih sangat minim.

Untuk semakin meningkatkan kepedulian mengenai sindrom metabolik di Indonesia dibutuhkan peran dan kontribusi dari para peneliti dan akademisi. Lewat program Nutrifood Research Grant, Nutrifood Research Center ingin mendukung dan memberikan kesempatan untuk peneliti-peneliti di Indonesia yang melakukan penelitian mengenai sindrom metabolik.

10906239_10203078369832566_1044580739672464897_n

Apa yang Dimaksud dengan Program Nutrifood Research Grant?
Nutrifood Research Grant merupakan program bantuan dana penelitian yang diberikan bagi mahasiswa dan peneliti untuk mendukung lahirnya penelitian dibidang sindrom metabolik dalam rangka berperan serta dalam menginspirasi kehidupan masyarakat yang lebih sehat dengan mengurangi prevalensi sindrom metabolik di Indonesia.

Apa Tujuan Diadakannya Nutrifood Research Grant?

  • Mendukung dan meningkatkan perkembangan penelitian sindrom metabolik di Indonesia.
  • Menjalin hubungan kerja sama antara dunia penelitian, akademisi dan industri.
  • Berpartisipasi dalam mengurangi prevalensi sindrom metabolik di Indonesia.

 Tema

Membangun Indonesia yang Lebih Sehat melalui Penelitian di Bidang Sindrom Metabolik.

Fokus Penelitian
Sindrom metabolik mencakup seluruh abnormalitas metabolisme pada manusia yang mengarah pada terjadinya penyakit kronis seperti obesitas, diabetes, penyakit kardiovaskular.

Rincian Topik

  1. Pengaruh nutrisi dan gaya hidup terhadap sindrom metabolik.
  2. Interaksi nutrisi & genetik terhadap prevalensi & pencegahan sindrom metabolik (nutrigenetics & nutrigenomics).
  3. Penggunaan teknologi genomics, transcriptomics, proteomics, dan metabolomics dalam identifikasi biomarker sindrom metabolik.
  4. Identifikasi profil mikrobiota usus (dysbiosis) dalam relevansinya dengan sindrom metabolik.
  5. Hubungan dan pengaruh sensori terhadap risiko sindrom metabolik.

sumber : http://www.nutrifood.co.id/nrc-grant/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *