KULIAH LAPANGAN BOTANI II

KULIAH LAPANGAN BOTANI II

Dalam rangka menambah wawasan dan memperluas pengetahuan mahasiswa, Jurusan Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang telah mengadakan kunjungan ke Balai Besar Litbang Tanaman Obat & Obat Tradisional (B2P2TO2T) Tawangmangu. Selain itu kegiatan ini juga  bertujuan untuk melaksanakan kegiatan Kuliah Lapangan terkait Mata Kuliah More »

PBAK MABA FKIK 2018

PBAK MABA FKIK 2018

Kegiatan PBAK Mahasiswa Baru Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan dilaksanakan pada tanggal 14 sampai dengan 16 Agustus 2018. Acara yang dilaksanakan pada tiap tahun ini ditempatkan di Aula Rumah singgah UIN dan di Gedung C/RKB. Jumlah mahasiswa baru yang mengikuti acara ini sebanyak 150 mahasiswa dengan pembagian 100 mahasiswa Farmasi, More »

BAKTI SOSIAL FKIK

BAKTI SOSIAL FKIK

Bakti Sosial FKIK; Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan bekerjasama dengan Elzawa (lembaga zakat, infak dan wakaf UIN Malang) mengadakan acara pembagian bingkisan kepada para fakir miskin di sekitar kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang berlangsung pada hari jum’at, 10 Agustus 2018 ini dihadiri sekitar 30 warga, yang More »

 

Category Archives: fasilitas

FORM IJIN PEMINJAMAN LABORATORIUM UNTUK MAHASISWA FARMASI

FORM IJIN PEMINJAMAN LABORATORIUM UNTUK INSTANSI LUAR

Rotary Evaporator

rotary evaporatorRotary Evaporator adalah alat yang berfungsi mengubah sebagian atau keseluruhan sebuah pelarut dari sebuah larutan dari bentuk cair menjadi uap.Rotary Evaporator mempunyai dua prinsip dasar, untuk menukar panas dan untuk memisahkan uap yang terbentuk dari cairan.

Dissolution tester

Dissolution testerfungsi : alat untuk mengukur kelarutan tablet.

 

Dissolution Testing merupakan sebuah pengujian yang digunakan oleh industri farmasi untuk mengkarakterisasi sifat peleburan dari obat aktif, obat aktif adalah pelepasan dan peleburan dari sebuah dosis formulasi. Disolution Testing digunakan untuk merumuskan bentuk dosis obat dan untuk mengembangkan spesifikasi kualitas control untuk proses manufaktur.

Disintegration tester

Pengertian   : Waktu yang dibutuhkan sejumlah tablet untuk hancur menjadi granul atau partikel penyusunnya yang mampu melewati ayakan no.10 yang terdapat dibagian bawah alat uji.

Tujuan         : Untuk melihat seberapa lama obat (tablet) bisa hancur didalam tubuh atau saluran cerna yang ditandai dengan sediaan menjadi larut, terdispersi, atau menjadi lunak.
Alat             : Disintegration Tester.
Disintegration tester
Cara kerja   :

a.    Masukkan 6 tablet ke dalam tabung, dimana tiap 1 tabung diisi dengan 1 tablet.
b.    Naik turunkan keranjang secara teratur 30 kali tiap menit.
c.    Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas kasa, kecuali fragmen yang berasal dari zat penyalut.
d.    Catat waktu yang dibutuhkan oleh masing-masing tablet untuk hancur.
Indikator     : Persyaratan waktu hancur untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit, untuk tablet salut gula dan salut non enterik kurang dari 30 menit. Sementara untuk tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam medium asam, dan harus segera hancur dalam medium basa.

Laboratorium Farmasetika

Laboratorium Farmasetika

Laboraturium Farmasi Komunitas

lab farmasi komunitas