Search
Close this search box.
[gtranslate]

PENDAFTARAN PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT MAHASISWA

PENDAFTARAN PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT MAHASISWA

PENDAFTARAN PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT MAHASISWA

PENDAFTARAN PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT MAHASISWA

PENDAFTARAN PENGEMBANGAN BAKAT DAN MINAT MAHASISWA

BIDANG BAKAT DAN MINAT OLAHRAGA
PEMBINA : Weka Sidha Bhagawan, M.Farm., Apt.
Pemuda sebagai generasi penerus bangsa, dituntut untuk kreatif, berjiwa sportif dan kompetitif dalam berbagai aspek kehidupan. Sehubungan dengan hal tersebut, olahraga merupakan salah satu wadah penempaan kreatifitas dan sportifitas yang umum dan sangat diminati. Kegiatan bidang olahraga yang diadakan di Jurusan Farmasi FKIK UIN Malang antara lain Bola Volly, Bulutangkis, Basket, dan Sepak Bola. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan bisa membentuk pribadi mahasiswa yang sehat, sportif, kreatif dan kompetitif. Sehingga mahasiswa tidak hanya mendapatkan kemampuan Hard Skill dari perkuliahan saja, tetapi juga mendapat kemampuan Soft Skill. Selain itu kegiatan ini berfungsi untuk mempersiapkan para atlit-atlit yang dimiliki oleh Jurusan Farmasi FKIK UIN Malang yang disiapkan untuk menghadapi event-event olahraga.

BIDANG BAKAT DAN MINAT KARYA TULIS ILMIAH
PEMBINA : Burhan Ma’arif Z.A, M.Farm., Apt.
Salah satu kegiatan rutin dari Devisi Pendidikan dan Profesi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yaitu Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang merupakan serangkaian kegiatan Klub Diskusi dengan nama Group for Learning, Upgrading, Counselling, and Presentation (Glucose). Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangkitkan semangat dalam berkarya dan menggali potensi mahasiswa Jurusan Farmasi FKIK UIN Malang dalam bidang Karya Tulis Ilmiah (KTI), untuk mendukung pencapaian prestasi ditingkat nasional, dan pendelegasian lomba KTI di tingkat Nasional maupun Internasional. Materi dimulai dari bagaimana cara menentukan dan penulisan judul yang benar dan menarik, kemudian penjelasan mengenai abstrak yang menjadi poin penting dalam penulisa karya tulis ilmiah. Setelah pemberian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang selalu dimanfaatkan dengan sebaiknya oleh para peserta.

BIDANG BAKAT DAN MINAT SENI
PEMBINA : Yen Yen Ari Indrawijaya, M.Farm.Klin., Apt.
Bidang ini merupakan sebuah unit kegiatan mahasiswa Farmasi UIN Malang yang mewadahi minat dan bakat di bidang kesenian modern. Bidang ini menyelenggarakan kegiatan kesenian seperti melukis, nasyid, qiroah, banjari dan kesenian modern lain yang sejenis. Acara kesenian tersebut merupakan wadah dan bentuk apresiasi seni mahasiswa dengan cara yang positif. Mahasiswa yg terlibat dalam kegiatan kesenian mampu mengembangkan pemahaman yang lebih baik pada saat kegiatan belajar. Penelitian telah menunjukkan bahwa siswa yg menguasai salah satu bentuk ekspresi kreatif, baik itu musik, tari atau drama, rata-rata mencapai skor lebih tinggi dalam tes akademik.

BIDANG BAKAT DAN MINAT KEWIRAUSAHAAN
PEMBINA : Rahmi Annisa, M.Farm., Apt.
Bidang Kewirausahaan merupakan salah organisasi mahasiswa yang menjadi wadah untuk menyalurkan, mengembangkan, dan merealisasikan berbagai ide – ide kreatif dan inovatif dibidang kewirausahaan serta membangun jiwa – jiwa entrepreneur yang mandiri dan kompetitif. Tujuan dari bidang kewirausahaan adalah untuk mewujudkan terciptanya potensi mahasiswa yang memiliki nilai partisipatif, inovatif, mandiri, serta memiliki kerangka berfikir yang demokratis, aspiratif, dan bertanggung jawab dalam penerapan kewirausahaan. Beberapa kegiatan diantaranya pendirian stand jualan saat event-event besar di Universitas, pembukaan kantin kejujuran, dan kegiatan sejenis lainnya.

KEGAWATDARURATAN
PEMBINA : dr. Christyaji Indradmojo
Kegiatan ini juga bertujuan melatih mahasiswa Jurusan Farmasi FKIK UIN Malang untuk secara langsung melakukan pertolongan pertama pada kegawatdaruratan. Kemampuan dalam pelayanan kesehatan kegawatdaruratan sehari-hari merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh semua orang, terutama pelajar di bidang kesehatan. Kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan segera misalnya, pingsan, tersedak, tersengat listrik, jatuh, keracunan dan lainnya. Kunci keberhasilan penanganan kegawatdaruratan tergantung pada kecepatan dan ketepatan penolong dalam memberikan pertolongan. Kegiatan ini dimulai dari simulasi dan selanjutnya praktek langsung yang dibagi menjadi beberapa kelompok.(BM)

Posts that may also interest you

Berita Lainnya

Pengumuman