MIU Login

Inovasi Persimmon Vinegar dan Probiotik Tim Persimon Research Farmasi UIN Malang Sabet “Best Innovative Product” di Expo Maestro 2026

Malang — Dunia penelitian dan inovasi perguruan tinggi kembali mengukir prestasi membanggakan di panggung nasional. Tim Peneliti Persimon Research MORA The Air FUND yang diketuai oleh Prof. Dr. apt. Roihatul Mutiahberhasil memboyong penghargaan bergengsi sebagai “Best Innovative Product” dalam ajang Expo Maestro 2026. Pameran ilmiah yang berlangsung pada 1–2 Oktober 2026 ini merupakan bagian terintegrasi dari perhelatan EXPO Maliki Art, Exhibition of Science, Technology, Research, sebuah wadah strategis bagi para peneliti dan mahasiswa untuk memamerkan karya riset unggulan di bidang seni, sains, dan teknologi.

Keberhasilan Tim Persimon Research mencuri perhatian dewan juri dan pengunjung pameran tidak lepas dari terobosan ilmiah mereka dalam mengolah potensi buah persimmon (persimmon vinegar) yang dipadukan secara cermat dengan konsep probiotik. Tidak sekadar berhenti pada publikasi ilmiah di laboratorium, tim peneliti melangkah jauh melakukan hilirisasi dengan mentransformasikan hasil riset menjadi produk konsumsi praktis yang terbagi dalam tiga lini utama: suplemen kesehatan, lini perawatan kulit (skincare), dan minuman fungsional kaya cita rasa.

1. Panggung Expo Maestro 2026: Sinergi Seni, Sains, dan Teknologi Kampus

Ajang Expo Maestro 2026 diselenggarakan selama dua hari penuh, yakni pada 1–2 Oktober 2026, sebagai ruang temu interaktif antara akademisi, penemu, dan masyarakat luas. Kegiatan yang menjadi bagian dari EXPO Maliki Art, Exhibition of Science, Technology, Research ini dirancang untuk menjembatani hasil-hasil riset teoritis di perguruan tinggi agar dapat dipahami, dirasakan, dan dimanfaatkan secara langsung oleh publik.

Bagi Tim Peneliti Persimon Research MORA The Air FUND, keikutsertaan dalam expo ini memegang peranan yang sangat krusial. Selain berfungsi sebagai wahana diseminasi hasil penelitian akademik kepada publik, expo ini dimanfaatkan secara optimal oleh tim untuk mendapatkan umpan balik (feedback) dan masukan langsung dari para pengunjung, praktisi, serta tim penilai. Masukan ini menjadi basis evaluasi penting untuk melihat peluang pengembangan produk di masa depan agar memiliki daya guna dan jangkauan pemanfaatan yang lebih luas di tengah masyarakat.

2. Kepemimpinan Riset dan Visi Hilirisasi Produk Lokal

Di bawah kepemimpinan Prof. Dr. apt. Roihatul Mutiah, Tim Peneliti Persimon Research MORA The Air FUND mengusung visi utama untuk mengangkat potensi bahan lokal berupa persimmon vinegar (cuka kesemek) dan memadukannya dengan teknologi probiotik modern. Persimmon dikenal memiliki kandungan senyawa aktif yang kaya manfaat, namun pemanfaatannya dalam industri formulasi kesehatan dan kecantikan di dalam negeri masih relatif terbatas.

Melalui pendekatan ilmiah yang terstruktur, tim peneliti berhasil membuktikan bahwa kombinasi antara persimmon vinegar dan mikroorganisme baik (probiotik) mampu menghasilkan berbagai produk inovatif yang stabil, aman, dan memiliki nilai guna tinggi. Fokus utama dari riset ini adalah memastikan bahwa hasil inovasi tidak berhenti sebagai dokumen laporan penelitian semata, melainkan hadir dalam bentuk sediaan komersial yang mengedepankan aspek kepraktisan, kenyamanan penggunaan, keragaman variasi, serta estetika tampilan produk yang menarik minat konsumen.

3. Bedah Anatomi Inovasi: Tiga Lini Produk Unggulan Berbasis Probiotik

Dalam pameran Expo Maestro 2026, Tim Persimon Research menampilkan diversifikasi produk riset yang terbagi ke dalam tiga kategori utama, yang masing-masing dirancang untuk menjawab kebutuhan spesifik masyarakat:

A. Suplemen Probiotik BMC+

Produk pertama yang dipamerkan adalah Suplemen Probiotik BMC+. Produk suplemen kesehatan ini dirancang khusus untuk mendukung pemeliharaan kesehatan tubuh melalui pemanfaatan formulasi probiotik unggulan hasil penelitian. Keunggulan utama BMC+ terletak pada kesiapannya untuk dimanfaatkan langsung oleh publik, di mana produk ini telah resmi mengantongi izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

B. Lini Perawatan Kulit Modern: DYOSE PROBIO (Probiotic Skincare)

Menjawab kebutuhan pasar akan produk perawatan kulit berbasis bahan aktif alami dan ilmiah, tim peneliti meluncurkan lini DYOSE PROBIO. Lini skincare ini memadukan keunggulan bahan aktif persimmon vinegar dengan konsep perawatan probiotik modern untuk menjaga kesehatan dan keseimbangan mikrobioma kulit. Seluruh sediaan dalam lini DYOSE PROBIO telah terdaftar resmi di BPOM dan mencakup empat jenis produk:

Nama ProdukJenis SediaanKeunggulan & Konsep Formulasi
DYOSE PROBIO Aqua VeilProbiotic Hydrating Facial MistFormulasi facial mist penyegar yang memberikan hidrasi instan dan menjaga kelembapan kulit wajah secara praktis.
DYOSE PROBIO Lumi GelProbiotic Brightening GelSediaan gel lembut yang diformulasikan untuk membantu memberikan tampilan kulit wajah yang lebih cerah dan sehat.
DYOSE PROBIO Sunscreen CreamProbiotic Daily UV Defense CreamKrim tabir surya harian yang memberikan perlindungan dari paparan sinar ultraviolet sekaligus merawat kesehatan kulit.
DYOSE PROBIO Silk BodyProbiotic Hydrating Body LotionBody lotion dengan tekstur lembut yang diformulasikan khusus untuk merawat dan menjaga kelembapan kulit tubuh secara menyeluruh.

C. Minuman Fungsional: Probiotic Drink Beragam Cita Rasa

Inovasi ketiga yang menyedot perhatian pengunjung expo adalah lini minuman fungsional Probiotic Drink berbasis persimmon vinegar. Untuk mematahkan persepsi bahwa minuman asam atau fermented vinegar sulit dikonsumsi, tim peneliti mengembangkan empat varian rasa yang segar dan modern:

  1. Persimmon Vinegar Plus Lemon: Menggabungkan kesegaran persimmon vinegar dengan ekstrak lemon yang kaya rasa.
  2. Persimmon Vinegar Plus Jamu: Perpaduan inovatif antara persimmon vinegar, probiotik, dan sentuhan bahan herbal tradisional jamu Nusantara.
  3. Persimmon Vinegar Plus Leci: Menghadirkan aroma manis alami dan kesegaran buah leci yang disukai berbagai kalangan usia.
  4. Persimmon Vinegar Plus Cocopandan: Varian unik dengan sentuhan rasa manis aromatik cocopandan yang memberikan sensasi minuman fungsional yang menyegarkan.

Pengembangan variasi rasa ini dilakukan secara sengaja untuk memberikan banyak pilihan bagi konsumen, sekaligus menghasilkan produk minuman probiotik yang lebih menarik, dapat diterima dengan mudah oleh lidah masyarakat, dan memiliki daya saing tinggi di pasar minuman fungsional.

4. Keunggulan Ilmiah, Nilai Tambah, dan Jaminan Legalitas BPOM

Keunggulan utama seluruh rangkaian produk Persimon Research terletak pada pemanfaatan persimmon vinegar sebagai bahan baku lokal yang belum banyak dieksplorasi, lalu disinergikan secara cermat dengan formulasi probiotik. Inovasi yang dilakukan mencakup spektrum yang luas, mulai dari pemilihan bahan baku, pengujian formulasi di laboratorium, penentuan bentuk sediaan, hingga perancangan konsep kemasan dan strategi pemasaran.

Nilai tambah utama yang ditawarkan kepada konsumen meliputi:

  • Pengembangan Formulasi Berbasis Bukti Ilmiah: Setiap sediaan dikembangkan melalui tahapan uji laboratorium yang terukur.
  • Diversifikasi Sediaan yang Luas: Pemanfaatan persimmon vinegar tidak terbatas pada satu bentuk produk, melainkan dapat diolah menjadi sediaan cair penyegar (mist), gel, krim tabir surya, body lotion, suplemen, hingga minuman fungsional.
  • Kepraktisan dan Estetika Kemasan: Produk dikemas secara modern, ergonomis, dan intuitif untuk mendukung kenyamanan penggunaan harian.
  • Kepastian Keamanan melalui Legalitas BPOM: Adanya pendaftaran resmi dan izin edar BPOM pada produk suplemen BMC+ dan lini skincare DYOSE PROBIO menjadi jaminan keamanan, mutu, dan kualitas standar tinggi sebelum produk dikonsumsi atau digunakan oleh publik.

5. Manajemen Pameran: Persiapan Teknis dan Penataan Booth Interaktif

Meraih predikat Best Innovative Product dalam pameran berskala nasional membutuhkan persiapan matang di balik layar. Sebelum pelaksanaan Expo Maestro 2026, Tim Peneliti Persimon Research melakukan serangkaian langkah persiapan teknis yang sistematis, meliputi

  • Finalisasi Produk dan Pengujian Sampel: Memastikan seluruh sampel produk yang dipamerkan memiliki kualitas fisik, aroma, tekstur, dan kestabilan yang sempurna.
  • Penyusunan Materi Informasi Ilmiah: Menyusun narasi komprehensif mengenai latar belakang riset, proses ekstraksi dan fermentasi persimmon vinegar, mekanisme kerja probiotik, hingga manfaat kesehatan yang ditawarkan.
  • Penataan Stand/Booth Visual Terstruktur: Booth pameran dirancang dengan memperhatikan keteraturan tata letak (layout), kebersihan, keterlihatan produk, dan kenyamanan alur pengunjung. Produk BMC+, rangkaian DYOSE PROBIO, dan varian Probiotic Drink dipajang secara terpisah namun harmonis untuk memperlihatkan benang merah antara riset dasar dan hasil produk komersial.
  • Desain Kemasan dan Media Promosi Komunikatif: Tim menyiapkan materi pendukung seperti poster ilmiah, banner, brosur, dan kemasan cetak yang informatif. Media visual ini dirancang secara profesional untuk memudahkan pengunjung serta dewan juri dalam memahami konsep inovasi produk secara cepat dan jelas.

6. Penghargaan “Best Innovative Product” dan Prospek Komersialisasi Masa Depan

Puncak keikutsertaan Tim Peneliti Persimon Research MORA The Air FUND ditandai dengan diraihnya penghargaan resmi sebagai “Best Innovative Product” dalam Expo Maestro 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan tertinggi dari dewan juri atas kebaruan konsep, kedalaman riset, serta keberhasilan tim dalam mengemas produk riset menjadi produk bernilai guna tinggi.

Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. apt. Roihatul Mutiah, beserta seluruh anggota tim menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa hasil riset perguruan tinggi berbasis bahan alam lokal memiliki potensi komersialisasi dan daya saing yang luar biasa.

Ke depan, tim peneliti telah menyusun peta jalan (roadmap) pengembangan produk jangka panjang, yang mencakup:

  1. Penyempurnaan Formulasi: Melakukan optimasi berlanjut pada kestabilan bahan aktif dan peningkatan profil sensoris produk.
  2. Penambahan Varian dan Sediaan Baru: Membuka peluang riset sediaan baru baik pada lini perawatan kulit maupun minuman fungsional.
  3. Peningkatan Kapasitas Produksi: Mendorong kemitraan strategis dengan industri farmasi dan kosmetik untuk meningkatkan skala produksi dari skala laboratorium menuju skala industri.
  4. Perluasan Segmentasi Pasar: Memperluas jangkauan pemasaran produk agar dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat serta masuk ke jejaring ritel nasional.

Pengalaman berharga dalam ajang Expo Maestro 2026 ini mempertegas peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai pusat penghasil teori, melainkan sebagai motor penggerak inovasi nyata yang memberikan dampak positif dan nilai ekonomi bagi masyarakat luas.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait