MIU Login

Mahasiswa Farmasi UIN Malang Rampungkan Ujian Praktik OSCE Secara Tertib

Batu – Atmosfer akademik di lingkungan Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terasa lebih intens dalam dua pekan terakhir. Bukan tanpa alasan, sebanyak 185 mahasiswa farmasi menempuh rangkaian ujian komprehensif yang menjadi syarat mutlak dalam perjalanan akademik mereka. Evaluasi ini dilakukan dalam dua metode utama: uji teori melalui CBT dan uji praktik klinis melalui OSCE.

Rangkaian Evaluasi Komprehensif: CBT dan OSCE

Ujian komprehensif di Prodi Farmasi UIN Malang dirancang untuk menilai kemampuan mahasiswa secara holistik. Tahap pertama dimulai pada Sabtu, 18 April 2026, melalui pelaksanaan CBT. Ujian berbasis komputer ini bertujuan untuk mengukur kedalaman pemahaman teoretis mahasiswa terhadap seluruh materi kefarmasian yang telah dipelajari selama masa perkuliahan.

Selang satu pekan kemudian, tepatnya pada Sabtu, 25 April 2026, konsentrasi beralih ke ujian OSCE. Jika CBT menguji kognitif, maka OSCE adalah panggung bagi mahasiswa untuk menunjukkan keterampilan klinis, komunikasi, dan etika profesional secara langsung.

Detail Teknis Pelaksanaan OSCE

Pusat kegiatan OSCE dipusatkan di Gedung Ibnu Sina Farmasi UIN Malang. Untuk memastikan efisiensi dan objektivitas, panitia membagi lokasi ujian ke dalam tiga zona utama, yaitu Lokal A, Lokal B, dan Lokal C.

Sistem ujian ini menggunakan mekanisme station. Setiap mahasiswa wajib melewati 5 station (Klinis, Komunitas, Tekfor, Kimia Farmasi, dan Bahan Alam). Di setiap pos tersebut, mahasiswa dihadapkan pada skenario kasus yang berbeda-beda—mulai dari pelayanan informasi obat (PIO), konseling pasien, hingga peracikan sediaan farmasi di bawah pengawasan ketat dosen penguji dan praktisi.

Partisipan: Lintas Angkatan Menuju Kelulusan

Pelaksanaan ujian tahun ini menunjukkan dinamika yang menarik dalam hal kepesertaan. Mayoritas peserta berasal dari Angkatan 2023, 2022 dan 2019 yang berjumlah 185 orang. Bagi mereka, ini adalah tonggak sejarah penting untuk melangkah ke jenjang semester berikutnya dengan bekal kompetensi yang terstandardisasi.

Tertib, Lancar, dan Profesional

Berdasarkan pantauan di lapangan, seluruh rangkaian acara berjalan dengan sangat tertib. Protokol ujian yang ketat diterapkan sejak mahasiswa memasuki area tunggu hingga meninggalkan ruangan. Koordinasi yang apik antara panitia, penguji, dan tenaga kependidikan memastikan tidak ada kendala teknis yang berarti selama prosesi berlangsung.

“Pelaksanaan tahun ini sangat terstruktur. Pemisahan lokasi di Lokal A, B, dan C membantu mobilitas mahasiswa sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik,” ujar salah satu perwakilan pelaksana ujian.

Signifikasi Bagi Calon Farmasis

Ujian OSCE dan CBT bukan sekadar formalitas akademik. Bagi mahasiswa Farmasi UIN Malang, ini adalah simulasi nyata sebelum mereka terjun ke dunia praktik profesional atau menempuh Program Profesi Apoteker (PSSPA). Kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan waktu saat berada di station ujian merupakan latihan mental yang sangat berharga bagi seorang calon tenaga kesehatan.

Dengan berakhirnya rangkaian ujian pada 25 April kemarin, para mahasiswa kini menunggu hasil evaluasi dengan harapan besar. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi personal, tetapi juga bukti kualitas pendidikan farmasi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing.

Mengapa Ujian Ini Penting?

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, ujian model OSCE menjamin bahwa setiap lulusan farmasi tidak hanya “pintar di atas kertas”, tetapi juga cakap dalam berinteraksi dengan pasien. Integrasi antara nilai-nilai keislaman yang menjadi ciri khas UIN Malang dengan standar kompetensi medis global menciptakan profil lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang tinggi.

发表回复

您的邮箱地址不会被公开。 必填项已用 * 标注

Berita Terkait