Batu — Program Studi Farmasi sukses menyelenggarakan Rapat Penjaringan Aspirasi Mahasiswa pada Selasa, 8 September 2026, yang berlangsung di Auditorium Lt. 3 Gedung Ibnu Sina dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Dr. Begum Fauziyah, M.Farm, serta dihadiri oleh perwakilan kelembagaan dan civitas akademika mulai dari HMPSF, SEMA, DEMA, mahasiswa Pendidikan Profesi Apoteker, mahasiswa S2 Farmasi, hingga perwakilan mahasiswa S1 angkatan 2023–2026. Agenda utama pertemuan memfokuskan pembahasan pada Laporan Audiensi Aspirasi Mahasiswa dan Peningkatan Fasilitas Akademik.
Dalam forum ini, peserta rapat membahas berbagai aspirasi strategis penunjang perkuliahan, transparansi alokasi anggaran, serta prosedur administrasi kampus. Beberapa isu utama yang disuarakan mahasiswa mencakup ketersediaan ruang kelas dan proyektor, optimalisasi area belajar, kendala lahan parkir, hingga kepastian teknis terkait syarat tugas akhir dan Satuan Kredit Kegiatan Mahasiswa (SKKM). Selain itu, pertemuan ini turut mengulas persepsi mahasiswa terhadap penggunaan dana Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan pendanaan proyek pengembangan fakultas yang bekerja sama dengan pihak eksternal.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, pihak fakultas memberikan penjelasan komprehensif untuk menyelaraskan persepsi antara mahasiswa dan pihak manajemen. Pihak fakultas memaparkan bahwa pembiayaan operasional laboratorium dan praktikum memerlukan alokasi dana yang sangat tinggi, sehingga tidak semua usulan dapat dipenuhi secara instan. Peningkatan fasilitas kampus juga menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan ruang fisik serta regulasi penganggaran yang bersifat terpusat. Di samping itu, terungkap bahwa misinformasi terkait prosedur akademik kerap terjadi akibat kurangnya koordinasi. Oleh karena itu, mahasiswa diimbau untuk melakukan verifikasi keakuratan data terlebih dahulu sebelum menyampaikan keluhan agar aspirasi yang diajukan tepat sasaran dan dapat ditindaklanjuti secara efektif oleh pihak fakultas.
Sebagai hasil dan tindak lanjut dari pertemuan ini, pihak fakultas berkomitmen untuk melakukan penataan dan optimalisasi ruang fisik yang ada, seperti pemanfaatan area lobi dan penataan ulang fasilitas kelas demi kenyamanan belajar mahasiswa. Dari sisi akademik, program studi akan menyelenggarakan sosialisasi lanjutan mengenai persyaratan tugas akhir dan SKKM guna menghindari kebingungan. Keputusan strategis yang disepakati bersama adalah pembentukan koordinasi rutin antara perwakilan mahasiswa dan pihak fakultas guna memantau progres perbaikan secara berkala. Pihak fakultas kembali mengingatkan mahasiswa untuk menggunakan saluran komunikasi resmi dan memastikan data yang dibawa saat audiensi bersifat akurat demi mempercepat proses penyelesaian masalah di lingkungan kampus.





