Workshop Penguatan Integrasi Islam dan Sains sebagai Dasar Prodi Farmasi Berlevel Internasional

Workshop Penguatan Integrasi Islam dan Sains sebagai Dasar Prodi Farmasi Berlevel Internasional

Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar acara workshop dengan tema “Penguatan Integrasi Islam dan Sains sebagai Dasar Prodi Farmasi Berlevel Internasional” (15/10). Acara ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 dengan metode hybrid kombinasi dalam jaringan (daring) melalui zoom meeting dan luar jaringan (luring) di ruang sidang lantai 1 Gedung Al-Biruni, Prodi Farmasi.

Acara ini mendukung kerangka proyek pengembangan dan penguatan paradigma integrasi sains dan Islam sebagai pilar pengembangan keilmuan di UIN Maulana Malang menuju terwujudnya Pendidikan tinggi yang integratif dalam memadukan sains dan Islam serta bereputasi internasional. “Diharapkan workshop ini dapat memberikan pengetahuan cara menguatkan integrasi islam dan sains Program Studi Sarjana Farmasi berlevel internasional”, ujar Apt. Siti Maimunah, M.Farm., selaku ketua acara. Harapan yang sama juga diucapkan oleh Dekan FKIK Prof.Dr.dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes., Sp.Rad(K) sebelum membuka acara.

Suasana Workshop Penguatan Integrasi Islam dan Sains di Ruang Sidang Prodi Farmasi FKIK UIN Malang
Peserta daring Workshop Integrasi Islam berlevel Internasional

Acara workshop dipandu oleh Apt. Wirda Anggraini, M.Farm. selaku moderator dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber H. Adian Husaini, M.Si., Ph.D. Beliau merupakan Ketua Umum Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia sekaligus menjabat sebagai ketua Program Doktor Pendidikan Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Direktur At-Taqwa College Depok. Materi yang disampaikan sangat menarik mengenai proposal integrasi islam dan sains berbasis adab.

“Terdapat 4 konsep ilmu dalam Agama Islam yaitu mencari ilmu merupakan kewajiban dan kemuliaan; epistemologi integral memadukan tiga sumber ilmu pancaindera, akal, dan khabar shadiq ; ada konsep maratibul ilmi atau tingkatan ilmu; dan penekanan adab dan akhlak sebelum ilmu. Konsep ilmu ini yang perlu dipegang terlebih dahulu agar dapat mengintegrasikan islam dan sains sebagai dasar program studi”, ujar H. Adian. Beliau juga memberikan beberapa contoh intergasi islam dan sains berbasis adab di era kejayaan sains islam.

Kegiatan Workshop Penguatan Integrasi Islam dan Sains sebagai Dasar Program Studi Farmasi Berlevel Internasional berjalan sangat baik selama penyampaian materi oleh narasumber. Setelah penyampaian materi, dilakukan diskusi aktif peserta workshop dengan narasumber melalui proses tanya jawab. (Rep/Fath)