Workshop Pembuatan LIBURAN (Lilin dan Sabun Terapan)

Workshop Pembuatan LIBURAN (Lilin dan Sabun Terapan)

Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkolaborasi dengan Materi Medica Batu melangsungkan acara workshop dengan tema “Pembuatan Lilin dan Sabun Terapan (LIBURAN)” pada Jumat (13/11). Acara ini mengundang 2 apoteker narasumber untuk memaparkan materi pembuatan lilin aroma terapi dan pembuatan sabun cair. Acara berlangsung secara hybrid dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) dengan total peserta lebih dari 200 partisipan.

“Workshop kolaborasi dengan Materia Medica ini sesuai dengan konsep pharmapreneur yang bisa diterapkan. Pembuatan lilin aroma terapi dan sabun cair herbal dengan bahan yang mudah didapatkan diharapkan dapat bermanfaat dalam kondisi pandemi ini”, ujar ketua pelaksana Dr. Apt. Burhan Maarif, M.Farm. Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yuniewati P.W., M.Kes., Sp.Rad(K), juga berharap semoga ada kerjasama dan acara pelatihan lainnya dengan Materia Medica Batu terutama workshop secara luring nantinya agar dapat berpraktik langsung bersama dan memberikan manfaat yang lebih.

Acara secara daring melalui aplikasi Zoom

Acara yang berlangsung sejak 13.00 hingga 16.00 dipandu oleh moderator Apt. Rahmi Annisa, M.Farm. Pemateri pertama, Apt. Dyaninta Y., S.Farm., memaparkan materi terkait pembuatan lilin aromaterapi. “Lilin aromaterapi menggunakan bahan minyak atsiri sehingga dapat memberikan manfaat terapi positif seperti mengurangi ketegangan pikiran dan memberikan efek yang kuat terhadap emosi”, ungkap Apt. Dyaninta. Untuk proses pembuatan lilin, bahan yang digunakan mudah didapatkan seperti wax, bahan pendukung asam stearate, pewarna yang diinginkan, dan essential oil. Selain memaparkan tentang bahan yang digunakan dan proses pembuatannya, terdapat materi untuk uji mutu kualitas lilin.

Selain pembuatan lilin aroma terapi, diberikan pula materi terkait pembuatan sabun cair herbal oleh apt. Rocky F., S. Farm. “Prinsipnya, sabun cair herbal memiliki titik kritis pada proses pembuatannya seperti percepatan reaksi saponifikasi, pemilihan minyak, fase pengenceran, dan pengental alami. Untuk bahan yang digunakan meliputi bahan baku berupa minyak/lemak dan zat pengalkali serta bahan aditif”, ujarnya.

                Antusiasme peserta terhadap acara ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diberikan untuk kedua pemateri. Peserta ingin mengetahui lebih detail lagi terkait bahan dan proses pembuatan lilin aromaterapi dan sabun cair herbal. Semoga dengan adanya acara ini, pengetahuan peserta terkait pembuatan produk dapat bertambah dan dapat segera diaplikasikan agar bermanfaat secara pribadi maupun untuk masyarakat. (Rep/Fath).