Asesmen Daring Surveilans LAM-PTKes di Prodi Farmasi UIN Malang

Dalam rangka menindaklanjuti hasil akreditasi B yang disematkan kepada Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (PSSF FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2018 silam, hari ini Rabu (21/04/2021), Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), selaku otoritas penyelenggara akreditasi untuk prodi kesehatan di Indonesia melakukan asesmen lapangan surveilans secara daring terhadap PSSF FKIK UIN Malang.

Proses surveilans berlangsung selama 1 hari namun selama kurang lebih 1 minggu sebelumnya, PSSF UIN Malang terlebih dahulu diminta untuk mengisi formulir penilaian surveilans secara daring melalui Sistem Informasi Manajemen Akreditasi (SIMAk). Dalam acara surveilans daring ini, asesor LAM-PTKes yang bertugas adalah Dr. apt. Yunita Nita, S.Si., M.Pharm, dan dihadiri oleh Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr.dr. Yuyun Yueniwati PW., M.Kes, Sp.Rad(K), Kaprodi PSSF apt. Abdul Hakim, M.PI., M.Farm., serta Sekprodi apt. Yen Yen Ari Indrawijaya, S.Farm., M.Klin. Turut hadir pula ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Dekan FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dilanjutkan dengan paparan dokumen surveilans yang disampaikan oleh Kaprodi PSSF, kemudian yang menjadi inti acara yakni prosesi asesmen yang dilakukan oleh asesor LAM-PTKes. Selama berlangsungnya acara, terjadi proses timbal balik positif antara PSSF UIN Malang dengan LAM-PTKes dengan tujuan untuk menyesuaikan catatan-catatan asesor pada saat visitasi akreditasi Program Studi pada tahun 2018 dengan upaya-upaya yang ditempuh oleh PSSF sepanjang 3 tahun terakhir untuk memenuhi syarat-syarat yang menjadi catatan tersebut. Di akhir acara, Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya acara ini khususnya upaya yang telah dicapai oleh PSSF FKIK UIN Malang dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. “Semoga periode akreditasi yang akan datang, Prodi Farmasi dapat meraih predikat prodi terakreditasi A. Amin”, pungkas beliau.