MIU Login

Botanical Field Lab 2026: Mahasiswa Farmasi UIN Malang Eksplorasi Tanaman Obat di UPF Yankestrad, Tawangmangu

Program Studi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar agenda tahunan Botanical Field Lab. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 11 dan 12 Mei 2026, bertempat di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) Tawangmangu adalah unit kerja di bawah RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta yang berlokasi di Karanganyar, Jawa Tengah, berfokus pada pelayanan kesehatan tradisional, budidaya tanaman obat, riset, dan wisata kebugaran (wellness tourism). Unit ini bertransformasi dari B2P2TOOT (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional).

“Botanical Field Lab ini merupakan agenda wajib bagi mahasiswa semester 2 untuk memperluas wawasan secara langsung mengenai berbagai jenis tanaman yang menjadi bahan baku penting dalam dunia farmasi,” ungkap Dr. apt. Yen Yen Ari Indrawijaya, M.Farm. Klin., selaku Sekretaris Program Studi Sarjana Farmasi, dalam sambutannya di acara pembukaan. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani teori yang telah dipelajari mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas pemanfaatan tanaman di industri herbal. Dengan melihat langsung berbagai koleksi tanaman di kebun UPF Yankestrad, mahasiswa dapat memahami bagaimana klasifikasi botani memiliki korelasi langsung dengan kandungan zat aktif yang dihasilkan.

Selama berada di lokasi UPF Yankestrad, mahasiswa berkesempatan untuk melihat berbagai fasilitas unggulan untuk melihat proses pengolahan tanaman obat secara komprehensif. Perjalanan dimulai dengan mengunjungi Klinik Hortus Medicus, di mana mahasiswa dapat melihat langsung integrasi pelayanan kesehatan modern berbasis herbal. Selanjutnya, mereka berkesempatan menjelajahi Kebun Tanaman Obat untuk mengenal ribuan koleksi flora berkhasiat, dan diakhiri dengan kunjungan ke Laboratorium Jamu guna memahami proses penelitian serta standarisasi bahan alam hingga siap digunakan oleh masyarakat.

Tak hanya sekadar mengamati, para mahasiswa juga ditantang untuk mempraktikkan ilmu mereka melalui sesi project class yang interaktif. Dalam kegiatan ini, peserta berkreasi mengolah bahan alam menjadi berbagai produk kesehatan siap pakai, seperti roll-on aromatic yang berbahan dasar sereh, kayu putih, serta cengkeh, serta pembuatan balsem aromatik yang memanfaatkan potensi minyak atsiri cengkeh. Melalui pengalaman praktis ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori di dalam kelas, tetapi juga memahami secara mendalam proses hulu ke hilir dalam pemanfaatan tanaman obat di Indonesia.

اترك تعليقاً

لن يتم نشر عنوان بريدك الإلكتروني. الحقول الإلزامية مشار إليها بـ *

Berita Terkait