Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Lokakarya Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 3 Gedung Ibnu Sina ini dihadiri oleh Ketua Program Studi Sarjana Farmasi, Prof. Dr. Roihatul Mutiah, SF., M.Kes., Apt., Sekretaris Program Studi, Dr. Apt. Yen Yen Indrawijaya, S.Farm., M.Farm.Klin., seluruh dosen civitas akademika Program Studi Sarjana Farmasi, serta Prof. apt. Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D, wakil dekan 1 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya sebagai narasumber. Kehadiran para tenaga pendidik dan pimpinan Program Studi Farmasi menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk menghadirkan kurikulum yang lebih relevan, adaptif, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, tuntutan dunia pendidikan, serta dinamika profesi farmasi yang terus berkembang.

Ketua pelaksana, Apt. Alifia Putri Febriyanti, M.Farm.Klin, menyampaikan bahwa kegiatan ini muncul dari kebutuhan mendesak untuk memperbarui seluruh dokumen akademik agar tetap relevan dan sesuai standar. “Lokakarya ini dilatarbelakangi oleh perlunya pemutakhiran dokumen akademik supaya sejalan dengan regulasi pendidikan tinggi, perkembangan dunia kerja kefarmasian, serta visi misi program studi,” jelasnya.
Penyelenggaraan lokakarya tersebut dinilai memiliki urgensi tinggi dalam menjaga kualitas pembelajaran di Program Studi Farmasi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses akademik selaras dengan standar nasional, ketentuan akreditasi, serta kebutuhan akan pedoman pembelajaran yang jelas bagi dosen dan mahasiswa. Dokumen yang dihasilkan dari lokakarya ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip administratif, tetapi benar-benar diterapkan dalam proses pembelajaran. Implementasi yang konsisten, evaluasi berkala, serta pemutakhiran berkelanjutan diproyeksikan akan memperkuat daya saing program studi dan meningkatkan mutu akademik secara menyeluruh.

Terkait tujuan utama pelaksanaan lokakarya, penyusunan kurikulum yang relevan dan adaptif menjadi prioritas utama. Kegiatan ini menargetkan tersusunnya kurikulum yang sesuai kebutuhan dunia kerja, tersedianya RPS terstandar untuk setiap mata kuliah, serta adanya buku pedoman akademik yang komprehensif. Selain itu, lokakarya ini juga berperan penting dalam membangun kesepahaman antar dosen mengenai arah pengembangan program studi ke depan.
Meskipun kegiatan berjalan dengan baik, Ketua Pelaksana menyoroti sejumlah tantangan yang muncul dalam proses penyusunan dokumen akademik. “Perbedaan pandangan antar dosen, keterbatasan waktu di tengah padatnya tridarma, serta memastikan implementasi kurikulum dan RPS yang konsisten memang menjadi tantangan. Namun dengan sinergi dan kerja sama seluruh pihak, hambatan tersebut dapat diatasi,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber utama, Prof. apt. Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan I Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Dalam paparannya berjudul “Implementasi OBE dalam Redesain Kurikulum Sarjana Farmasi dan Profesi Apoteker”, beliau menyampaikan prinsip-prinsip utama Outcome Based Education (OBE) sebagai acuan penting dalam pengembangan kurikulum farmasi modern.
Selain memberikan materi, Prof. Helmy secara langsung melakukan review terhadap dokumen kurikulum Program Studi Farmasi UIN Malang, termasuk struktur CPMK, keterpaduan CPL, kesesuaian peta kurikulum, hingga kualitas rancangan pembelajaran. Masukan yang diberikan mencakup perbaikan rantai capaian pembelajaran, penyelarasan metode evaluasi dengan OBE, serta penguatan integrasi soft skills dan digital skills dalam setiap mata kuliah. Kehadiran narasumber ini memberikan wawasan mendalam dan menjadi pijakan penting dalam proses pemutakhiran kurikulum yang lebih bermutu dan kompetitif.

Ketua Program Studi Farmasi, Prof. Dr. Roihatul Mutiah, SF., M.Kes., Apt., menegaskan bahwa lokakarya pemutakhiran kurikulum menjadi langkah strategis untuk memastikan keselarasan antara kurikulum dan profil lulusan. Penyusunan kurikulum dilakukan secara bertahap dan terstruktur, dimulai dari penetapan Profil Lulusan, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan CPMK, hingga perancangan pembelajaran.
Lokakarya sebelumnya difokuskan pada penyelarasan rantai Profil–CPL–CPMK agar capaian terpetakan secara utuh sebelum dosen menyusun RPS. “Saat dosen menulis RPS, seluruh CPMK harus tampak jelas dan setiap pertemuan wajib dirancang merujuk pada CPMK,” ujarnya. Beliau juga menyoroti pentingnya pembaruan konten pembelajaran di era digital, termasuk integrasi teknologi agar materi tetap relevan dengan perkembangan ilmu dan kebutuhan dunia kerja. Prof. Iha menegaskan bahwa RPS tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif; seluruh komponennya mulai materi, penugasan, metode penilaian, hingga soal ujian harus selaras dengan JPMF, CPL, dan CPMK. Konsistensi tersebut menjadi kunci penjaga mutu akademik sekaligus penopang peningkatan kualitas akreditasi program studi.
Dengan terselenggaranya lokakarya ini, Program Studi Farmasi FKIK UIN Malang menunjukkan komitmennya untuk terus memperbarui sistem pembelajaran, meningkatkan kualitas kurikulum, dan menghadirkan pendidikan farmasi yang adaptif, terstandar, serta responsif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
Kontributor: Ria Najja Nila Nafi’ah (PSSF 23)





