Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar International Pharmacy Ulul Albab Conference and Seminar (PLANAR) ke 5 pada Rabu, 26 November 2025 di Auditorium Rumah Singgah, Kampus 2 UIN Malang. Kegiatan ilmiah tingkat internasional ini mengusung tema “From Molecules to Personalized Medicine”, sebagai wujud komitmen FKIK dalam memajukan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi di bidang farmasi.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor 3 Bidang kemahasiswaan dan kerjasama UIN Malang, Prof. H. Triyo Supriyatno, M. Ag., Ph.D., yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya PLANAR sebagai forum integrasi ilmu pengetahuan dan kolaborasi riset. “PLANAR menjadi ruang yang sangat strategis untuk mempertemukan para peneliti dan profesional kesehatan dalam membangun inovasi berbasis ilmu. Kami berharap kegiatan ini terus menjadi kontribusi UIN Malang untuk kemajuan kesehatan global,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan FKIK, Dr. dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes., Sp.Rad (K) menambahkan bahwa peningkatan peserta setiap tahun mencerminkan semakin besarnya manfaat kegiatan ini. “Tahun ini kami mencatat peningkatan signifikan, baik dari jumlah peserta maupun institusi yang berpartisipasi. Hal ini menunjukkan bahwa PLANAR telah menjadi rujukan akademik penting bagi pengembangan ilmu farmasi dan kesehatan,”tegasnya.

Sebagai ketua pelaksana, sambutan juga disampaikan oleh Jauharuddin Luthfi Al Jabbar, M.Si., yang menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan. “Alhamdulillahi rabbil ’alamin, atas rahmat dan karunia Allah SWT, PLANAR ke-5 dapat terselenggara dengan baik dan lancar. Terimakasih kepada seluruh panitia, pemateri, sponsor (Nurra Gemilang, Wiralab Analitika dan PT Rizky Putra Kasih), serta peserta yang telah memberikan dukungan luar biasa. Semoga ilmu dari konferensi ini menjadi bekal untuk meningkatkan inovasi riset dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
PLANAR 2025 menghadirkan empat pembicara ahli dengan fokus pada inovasi farmasi modern. Assoc. Prof. Dr. Teeraphan Laomettachit (Thailand) mempresentasikan AI-Based Systems Biologyuntuk memahami regulasi gen/protein dalam pengembangan terapi penyakit kronis. Prof. Dr. Sukardiman, M.S., Apt. (Universitas Airlangga) membahas Natural Product-Driven Drug Discovery, menekankan pemanfaatan senyawa alam melalui in silico screening dalam mengembangkan obat kanker dan penyakit tidak menular. Assoc. Prof. Dr. Seow Lay Jing (Malaysia) menyampaikan materi Chemical and Formulation Innovation in Traditional Medicine yang berfokus pada peningkatan efektivitas dan bioavailabilitas obat herbal. Sedangkan Dr. Apt. Yen Yen Ari Indrawijaya, M.Farm.Klin (UIN Malang) memaparkan Pharmacogenetics and AI in Translational Medicine untuk pengembangan terapi personal pada pasien lupus dan penyakit autoimun.

Antusiasme peserta tampak sejak awal sesi. Ketua Pelaksana Jauharuddin Luthfi Al Jabbar, M.Si., menyampaikan “PLANAR 2025 dengan tema From Molecules To Personalized diselenggarakan karena adanya kebutuhan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI), guna mempercepat riset dan inovasi di bidang farmasi di Indonesia serta meningkatkan daya saing nasional melalui kolaborasi global dan penemuan obat yang lebih efisien. Acara ini diharapkan menjadi pembuka peluang kolaborasi riset antara akademisi, praktisi, dan industri melalui jaringan ilmiah yang berkelanjutan. Dalam jangka panjang, PLANAR diharapkan terus berlangsung sebagai agenda tahunan, berkembang lebih luas ke seluruh Indonesia, dan pada akhirnya menjadi konferensi bertaraf ASEAN dengan melibatkan negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Vietnam”.

Salah satu pemateri, Dr. Apt. Yen Yen Ari Indrawijaya, M.Farm.Klin mengungkap bahwa “Teknologi AI berperan penting karena mampu mengolah miliaran data DNA untuk menemukan gen yang paling menentukan keberhasilan terapi, salah satunya gen GSA-1 yang terbukti berpengaruh besar terhadap efektivitas obat dan risiko efek samping. Meskipun potensinya sangat besar, penerapannya di Indonesia masih menghadapi tantangan seperti biaya pemeriksaan genetik yang mahal, belum ditanggung asuransi, serta kekhawatiran masyarakat mengenai privasi dan etika pemeriksaan DNA, sehingga keamanan data melalui cybersecurity dan penyimpanan cloud yang aman sangat dibutuhkan. Dalam 5–10 tahun mendatang, diharapkan semakin banyak pasien lupus mencapai kondisi remisi melalui terapi yang lebih optimal, didukung riset kolaboratif, edukasi, serta pemanfaatan teknologi yang aman, termasuk peningkatan kesadaran mengenai gaya hidup,” ujarnya.

Selain seminar dan konferensi ilmiah, PLANAR 2025 juga dimeriahkan dengan penyelenggaraan lomba poster dan oral presenter yang menjadi ajang penguatan budaya riset bagi mahasiswa dan akademisi. Lomba ini disambut sangat antusias oleh para peserta karena menjadi ruang untuk menampilkan hasil penelitian, inovasi, dan gagasan ilmiah di bidang farmasi dan kesehatan. Pada akhir acara, diumumkan tiga kategori pemenang, yaitu Best Poster Presenter yang diraih oleh Badira Kamelin, Best Oral Presenter Online yang dimenangkan oleh Apt. Muhammad Anas Ar-riziq, S.Farm, serta Best Oral Presenter Offline yang diberikan kepada Puspita Dyniawati dan Intan Kartika Parabandari. Penghargaan ini diharapkan dapat memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus berprestasi, meningkatkan kualitas riset, dan menghadirkan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia kesehatan.

Best Oral Presenter Online yang dimenangkan oleh Apt. Muhammad Anas Ar-riziq, S.Farm

Best Oral Presenter Offline yang diberikan kepada Puspita Dyniawati dan Intan Kartika Parabandari

Best Poster Presenter yang diraih oleh Badira Kamelin
Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–16.00 WIB ini juga memberikan sertifikat gratis dan SKP bagi peserta sebagai dukungan terhadap peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Selain seminar, PLANAR menjadi wadah strategis untuk membangun kerjasama riset, publikasi, dan pengembangan inovasi farmasi yang relevan dengan kebutuhan kesehatan modern.
Melalui PLANAR 2025, FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ilmu farmasi berbasis teknologi, riset, dan kolaborasi internasional, sehingga hasil penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kontributor: Rizki Maulana Akbar (PSSF 24) dan Nessa Levina Talitha (PSSF 24)





