Workshop Aplikasi dan Pelatihan Kasus Biostatistik Farmasi

Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar acara workshop biostatistik secara daring (22/9). Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 diikuti oleh mahasiswa farmasi khususnya angkatan 2018 dan 2017, para dosen, serta umum. Antusiasme peserta ditunjukkan dari partisipan yang mencapai 200 peserta baik melalui via zoom maupun youtube live.

              Setelah acara dibuka oleh oleh Apt. Ziyana Walidah, S.Farm selaku MC, acara selanjutnya yaitu pembacaan ayat suci Al-Quran oleh perwakilan mahasiswa, kemudian sambutan oleh Apt. Hajar Sugihantoro, M.P.H. selaku ketua panitia dan dibuka oleh Prof.Dr.dr. Yuyun Yueniwati P.W., M.Kes., Sp.Rad(K), dekan FKIK UIN Maliki Malang. “Biostatistik ini penting dan diperlukan untuk mengolah data. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya untuk mahasiswa tapi juga untuk dosen”, ujar Prof.Yuyun.

              Acara workshop dipandu oleh Apt. Novia Maulina, M.Farm selaku moderator dan dilanjutkan dengan pemaparan materi aplikasi biostatistik dalam penelitian farmasi oleh Dr. Apt. Abdul Rahem, M.Kes. Pada saat acara, seluruh peserta diwajibkan membuka program pengolahan data yaitu salah satunya SPSS (Statistical Product and Service Solutions) untuk langsung dapat mengaplikasikan ilmu yang diberikan. Apt. Catur Dian Setiawan, S.Farm., M.Kes, selaku pemateri juga, memberikan contoh kasus-kasus biostatistika farmasi dan memandu penggunaan SPSS. Selanjutnya, acara ditutup dengan tanya jawab dari mahasiswa dan dosen. Salah satu peserta, Ihromi Esa  mahasiswa farmasi angkatan 2017 memberikan pesan dan kesan untuk acara ini. “Alhamdulillah dengan mengikuti Workshop Biostatistik Farmasi ini, kami bisa menambah ilmu dan pengetahuan khususnya statistika sehingga memudahkan kami dalam pengerjaan hasil penelitian yang akan kami lakukan dikemudian hari. Semoga acara workshop seperti ini dapat diadakan lagi karena dapat membantu kami para mahasiswa untuk menjadi farmasis yang lebih baik dimasa depan”, ujarnya. (Rep/Fath)