Aktif Organisasi dan Memiliki Passion di bidang Farmasi, Zahra Umami Raih Predikat Lulusan Terbaik Program Studi Sarjana Farmasi

Zahra umami, perempuan kelahiran Magetan 28 Oktober 1998, berhasil menjadi lulusan terbaik Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,76. Penghargaan lulusan terbaik diberikan pada acara yudisium FKIK periode pertama tahun 2020 (Kamis, 6/8) di Gedung Ibnu Thufail FKIK Kampus 3.

Zahra yang juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan seperti anggota Divisi Internal HMJ Farmasi Habbatussauda 2017, Sekretaris SEMA FKIK 2018, Pengurus PMII Rayon Penyelamat “Dja’far Saifuddin” 2018, dan Komisi A bagian Administrasi dan Keuangan SEMA FKIK 2019, memang bersemangat dalam menjalankan perkuliahan di farmasi ini. Zahra juga pernah menjadi asisten praktikum kimia analisis dan botani farmasi. Menurut Zahra, ilmu kefarmasian dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari dan sangat berguna bagi masyarakat.

“Kuliah di Farmasi itu banyak praktikumnya, tapi dari praktikum tersebut kita bisa belajar teamwork, leadership, tanggung jawab dan manajemen waktu yang akan bermanfaat saat masuk dunia kerja. Sering merasa berat saat harus mengerjakan laporan serta tugas yang begitu banyak, juga kadang bosan dengan rutinitas yang selalu sibuk dengan laporan dan tugas”, ujarnya. Namun Zahra merasa sangat senang karena bisa bertemu dengan teman-teman yang baik, dikelilingi oleh orang-orang yang optimis dan kreatif dengan lingkungan pergaulan yang beragam, berkesempatan diajar oleh dosen-dosen yang luar biasa, dan dapat mengenal dunia kesehatan melalui magang mandiri dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

“Pokoknya seru kuliah di farmasi. Secara keseluruhan, saya menikmati dan merindukan hari-hari bersama teman-teman perkuliahan saya”, ungkapnya. Rencana selanjutnya, ia ingin melanjutkan studi ke jenjang profesi Apoteker. Kesibukan sehari-harinya ialah mempersiapkan diri untuk tes masuk seleksi profesi. Tak hanya sampai tingkat profesi, ia ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Putri dari bapak Asifudhin Ahmad dan ibu Tri Waluyandari ini juga ingin memberikan semangat kepada adik-adik mahasiswa farmasi. “Sangat wajar apabila semangat kita naik turun, tapi sebenarnya kita bisa meminimalisirnya. Saya sering mengingat lagi apa tujuan saya selama ini, apa mimpi saya, apa harapan orang tua saya. Selain itu, saya juga belajar dan berdiskusi dengan orang-orang yang hebat, sehingga saya tahu bahwa saya harus belajar lebih banyak lagi. Hal-hal itulah yang menjadi motivasi selama kuliah agar menjadi lebih terpacu untuk belajar lagi”, ujarnya.