Patuhi Protokol Kesehatan,Prodi Farmasi Laksanakan PKLI Online di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Pelaksanaan PKLI daring dengan preseptor

TimPKLI. Ada yang berbeda pada program Praktek Kerja lapangan Integratif (PKLI) pada mahasiswa program studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di tahun 2020 ini. Jika pada tahun-tahun sebelumnya PKLI dilaksanakan dengan menempatkan mahasiswa beberapa dilahan praktek seperti di Rumah Sakit, Puskesmas, Apotek dan Industri Farmasi, kali ini tidak demikian. Ya, PKLI tahun ini bertepatan dengan pandemi korona yang melanda dunia dan negara kita namun tidak menghalangi produktivitas kita dengan wajib menjalankan protokol kesehatan ditengah keterbatasan.

Kegiatan PKLI tahun ini diikuti oleh 79 mahasiswa Farmasi di 11 lokasi apotek terpilih dengan melibatkan Apoteker Penanggungjawab Apotek (APA) setempat sebagai dosen pembimbing lapangan (preceptor) yang bersedia aktif secara dalam jaringan (daring) membimbing mahasiswa PKLI yang tersebar di berbagai kota di Indonesia dari Aceh hingga Banyuwangi. Rangkaian PKLI diawali dengan koordinasi dengan para preceptor (4/7) untuk menjelaskan point-point penting target mahasiswa PKLI, dan dilanjutkan dengan pembekalan PKLI yang diikuti oleh seluruh mahasiswa PKLI (13-18/7). Kegiatan praktek PKLI sendiri diputuskan untuk dilaksanakan secara full-daring selama 4 minggu sejak 20 Juli 2020 dan berakhir pada 15 Agustus 2020.

Cuplikan salah satu Video promosi kesehatan milik mahasiswa PKLI

Kegiatan PKLI ini tetap dilaksanakan agar kompetensi mahasiswa dapat tercapai dengan baik dan tepat waktu, mengingat kondisi pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya. Kondisi yang serba terbatas ini, akhirnya memfokuskan kegiatan PKLI pada kegiatan PKLI di Apotek yang dirasa lebih kondusif dan fleksibel dalam mendukung pelaksanaan PKLI dan sementara meniadakan PKLI di area Rumah Sakit yang kita tahu merupakan sarana layanan kesehatan yang paling sibuk dengan intensitas interaksi yang tinggi dengan pasien. Hal ini akan berdampak kurang baik bagi keamanan dan kesehatan mahasiswa kami di tengah pandemi ini.

          Ketua tim unit PKLI Farmasi, Fidia Rizkiah Inayatilah, S.ST., M.Keb, menjelaskan metode pelaksanaan PKLI dilakukan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang diinstruksikan oleh World Health Organization (WHO) dan anjuran pemerintah yaitu dilaksanakan secara mandiri dan tidak berkelompok (secara fisik) dengan teknis pelaksanaan seluruhnya secara daring dari tempat tinggal masing-masing. Pengelompokkan dilakukan hanya secara daring untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi dengan dosen pembimbing. Untuk memastikan rangkaian dan target kegiatan PKLI tetap terlaksana degan baik, seluruh rangkaian kegiatan PKLI didampingi oleh dosen pembimbing dari kampus serta dosen pembimbing lapangan (preceptor) dari apotek terpilih. Mahasiswa secara berkala sesuai jadwal yang ditetapkan aktif melaporkan serta aktif berdiskusi bersama pembimbing melalui aplikasi zoom dengan arahan preceptor.

Diakhir masa PKLI, mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti seminar PKLI dan turut serta melaksanakan promosi kesehatan dalam bentuk video dan poster dengan tema COVID-19 untuk memberikan edukasi dan pemahaman pada masyarakat melalui media sosial mengenai COVID-19, cara pencegahan serta pentingnya berdisiplin mengikuti protokol kesehatan. Semoga pandemi ini segera berakhir (rep/timPKLI)(Ed/Fath).